[ menjadi hidup untuk diri sendiri ]
yang salah menaruh, sesalnya lama dirasa. yang bodoh mendengar, gelagatnya lama diatur. yang rela bergegas, saat sampai tak percaya katanya. yang berpura, jujur pun sesak jadinya. yang tahan menangis, menjadi saat meluap. yang jelas tahu benarnya, datang kalahnya lalu mundur demi selamat. yang ramai bersama, justru sepi yang mendalam. yang suka berbicara, kini bungkam membenci. yang mengharap tenang, berubah sudah menjelma resah. yang mendoa bahagia, berujung tetap pada "tunda saja bahagianya !". tidak akan berulah, tidak akan lagi. kembali menjadi hidup untuk diri sendiri.