Posts

Showing posts from 2021

kenapa harus?

yaa.. ini emang prosesnya kali ya. mungkin waktu memang beri kesempatan buat kasih sikap dewasa untuk diri masing-masing. sesak ga sih rasanya jadi jauh dengan orang yang udah dikenal lama sama diri sendiri? jujur, rasanya sangat ga nyaman. oke, kita emang belum bisa jadi satu orang yang saling lengkapi buat konteks yang sama. tapi kalo harus gini, mau sampai kapan? kenapa harus kaya gini ya? kalo iya gabisa, bilang.. bilang untuk selesaiin masalahnya bukan dibuat longgar ikatannya.

Jauh. Tapi Ini Mendewasakan.

Tak perlu terlalu sering bertemu. Ini jauh tapi ini mendewasakan. Hai, apa kabar bumi jauh disana? Tebakanmu benar bumi. karya-karya yang tercipta memang tersirat tentang dan untukmu. Tidak. Ini dibuat bukan untuk membuatmu besar kepala dan sok keren. Jelas bukan. Ini dibuat karena denganmu aku bertumbuh. Aku mengatakannya karena ingin seisi bumi tahu. Bahwa kuharap tak ada lagi kebiasaan merendah lalu menjauh. Aku bangga sekali bisa lewati hari-hari dengan debatan yang tak kunjung usai. Aku jelas tahu. Dan bumi jelas tahu. Bahwa kami berbeda dalam bersudut pandang. Tak  ada benar dan salah. Kami saling memahami satu sama lain. Senang sekali kami bertukar pikiran. Selalu ada saja paham baru yang buat "oh ternyata begitu ya" "oh ternyata begini ya" Bahagianya..  Eh rasa-rasanya aku penasaran. Penasaran siapa yang paling jujur diantara aku dan bumi? Dibawah langit diatas bumi. Ini jauh tapi ini mendewasakan.

Sederet Pertemuan. Semoga Sampai Nanti.

Ada banyak kemungkinan yang disediakan-Nya, bukan sekadar dijejaki tapi dieksplorasi. Ada sekian kesempatan menanti. Agar Sang Baik kabulkan sebagai jalan kebermanfaatan yang harus dijelajahi. Hidup dalam waktu 24 jam sehari menjadi bagian dari kemungkinan bahwa semesta-Nya izinkan untuk bertemu dengan seorang yang ternyata sejalan dengan apa yang sedang jalani. Banyak cara ditempuh agar mampu menggulir roda-roda manfaat, mungkin dari sinilah Sang Baik bukakan kesempatan agar selalu hidupkan semangat pada berbagai aktivitas yang mempertemukan aku denganmu dalam frekuensi yang sama. Barangkali, ini adalah waktunya Allah pertemukan aku dengan seseorang yg ketika sedang menyeka peluh di pelipis wajah yang justru pada suatu hari yang terik, ternyata ada seseorang yang terjaga disana. Aku dan kamu sama-sama sedang berjuang memerangi kepayahan yang melelahkan. Barangkali, ini adalah waktunya Allah pertemukan demgan seorang yang dari pemahamannya banyak berbeda ketika berpendapat tetapi dalam...

alasannya : biar bisa diingat ulang

ditulis karena nyaman.  sebagai manusia yang sulit menemukan titik nyaman karena banyaknya pertimbangan. kepalanya berkata, "agar apa yang dipilih tidak pernah salah. jika sudah ya yakin." ditulis karena memang lebih leluasa ditulis karena memang senang ditulis karena agar bisa dikenang suatu saat nanti ditulis karena takut lupa dengan sesuatu yang sebenarnya masih layak disimpan.  ketika hilang datang, yang muncul justru sesal, padahal segala ketetapan-Nya tak pernah mengecewakan.

Dear mylove ♡

Halo.. Apa kabarmu? Boleh kukatakan sesuatu?  "Aku bangga padamu" Sepertinya jika kukatakan alasannya, kemungkinan besar kamu tidak akan percaya. tapi jujur ini benar adanya, ini serius, aku bangga padamu. Aku tidak punya pilihan lain selain tetap mengatakannya. Maukah kamu membacanya?  Sebenarnya aku heran, kenapa kamu tidak mempercayaiku soal ini. Kamu yang ku kenal sejak lama. Itu sebabnya aku ada disini, kamu boleh meminta tolongku apapun itu. Aku ada disini, tetap disini. Aku yang senantiasa akan percaya apapun yang kamu rencanakan selama itu tetap pada koridor yang Allah ridhoi. Aku yang ingin menemanimu, selalu. Semoga semua yang diusahakan menuntunku dan kamu ke jalan yang Allah berkahi, Allah ridhoi. Namun dibalik itu semua kamu pernah bercerita bahwa dirimu bersikokoh tak percaya. Karena kamu bilang, "aku tak sebaik yang kamu kira." Hai kamu.. Lantas memangnya kenapa jika dulu kamu memiliki hari kemarin yang tak baik dan indah? Toh akupun sama dan akan tet...

segala puji hanya untuk-Mu

bismillahirrahmanirrahim ini untukmu.  terima kasih banyak karena sudah mau memilih terjun di ranah pendidikan yang dulu kamu ingin sekali bisa berada di lingkungan luar supaya kamu bisa menjelajah lebih dalam. terima kasih banyak karena sudah mulai bisa menerima dengan baik, walau terkadang rasa bersalah pada diri sendiri kadang muncul tiba-tiba. terima kasih banyak karena masih ada disini berjuang dengan segenap hati tulusmu. ditengah banyaknya rencana di masa kemarin yang justru membawamu pada gerbang yang bernama kegagalan. tapi semoga ini bukan jalan yang kamu sesali ya san.. aku tau, kamu begitu sulit menerimanya di awal.  aku tau, kamu begitu iri pada orang-orang yang bisa meraih kata selamat atas pencapaian yang diinginkan. aku tau, kamu begitu karena kamu sudah lelah untuk memulainya dari awal. aku tau, kamu takut mengawali langkah baru setelah banyak gagal yang diraih. tapi aku mohon, ingatlah satu hal ya san. dimanapun kamu, apapun yang kamu lakukan, aku mohon lakuk...