Sederet Pertemuan. Semoga Sampai Nanti.
Ada banyak kemungkinan yang disediakan-Nya, bukan sekadar dijejaki tapi dieksplorasi. Ada sekian kesempatan menanti. Agar Sang Baik kabulkan sebagai jalan kebermanfaatan yang harus dijelajahi. Hidup dalam waktu 24 jam sehari menjadi bagian dari kemungkinan bahwa semesta-Nya izinkan untuk bertemu dengan seorang yang ternyata sejalan dengan apa yang sedang jalani. Banyak cara ditempuh agar mampu menggulir roda-roda manfaat, mungkin dari sinilah Sang Baik bukakan kesempatan agar selalu hidupkan semangat pada berbagai aktivitas yang mempertemukan aku denganmu dalam frekuensi yang sama.
Barangkali, ini adalah waktunya Allah pertemukan aku dengan seseorang yg ketika sedang menyeka peluh di pelipis wajah yang justru pada suatu hari yang terik, ternyata ada seseorang yang terjaga disana. Aku dan kamu sama-sama sedang berjuang memerangi kepayahan yang melelahkan. Barangkali, ini adalah waktunya Allah pertemukan demgan seorang yang dari pemahamannya banyak berbeda ketika berpendapat tetapi dalam beberapa hal yang lain justru kami saling bersepakat. Bersamanya akan dibuat tahu, bahwa ternyata ada pemahanan orang-orang diluar diri yang menuntutku untuk saling belajar dan memahami satu dengan yang lain. Barangkali, ini adalah waktunya Allah dekatkan dengan seorang yg tidak pernah ada dalam sangkaan sebelumnya tapi ternyata Allah sengaja kirimkannya untuk mengisi dan menjadi bagian dalam hidup. Bersamanya akan terpilin helaian demi helaian kebaikan yang sama dan bersama-sama berjalan dijalan kebaikan untuk satu mimpi yang sama.
Ia adalah seseorang yang memiliki jalan pemikiran yang sama dalam memahami hidup. Ia seseorang yang memiliki kesamaan dalam membaca bahasa-Nya. Menjadi sama-sama gila dalam membaca bahasa-Nya karena takjub yang tak henti disyukuri. Dua manusia yang sama-sama dibuat kagum pada skenario perputaran semesta-Nya. Yang akhirnya, dibuatnya kesepakatan bahwa warna untuk ditorehkan di jalan juang ini harus sambil beriring yakin sembari dipegang seerat mungkin.
Lirih dengan lantang terucap, takdir-Nya tak pernah mengecewakan. Yaa, segala ketetapan-Nya tak pernah mengecewakan. Yakinnya begitu sampai akhir.
Berbahagialah Allah himpun dalam satu rasa juang yang sama. Sembari bersabar dan berusaha sekuat baja. Berbahagialah Allah singgungkan dalam satu titik pertemuan yang sama. Semoga kebahagiaan itu akan meleburkan menjadi kekuatan untuk mengeratkan tali ukhuwah yang telah terpilin hingga terus kokoh bersama. Dan menjadi arah menebar kebermanfaatan dalam pola yang menumbuhkan kebaikan.
Berbahagialah selalu. Namun tetap secukupnya, sewajarnya.
Alhamdulillah
Comments
Post a Comment