Posts

Showing posts from 2022

bagian 10 : 2 0 2 2

usai sudah buku ini terisi. ya, lembarnya sudah penuh. beragam peristiwa, aneka rasa, tertulis rapi didalamnya. kepada seluruh tokoh, beribu kata terima kasih ku kirim padamu. kasih tak sampai, raga tak beriring, langkah tak saling, biar jadi lalu yang berkesudahan. lelah yang tercipta, hikmah yang menjulang, aman yang melingkup, juga hangat yang mengepul, biar jadi syukur yang dikenang. tentang bahagia, biar ia jadi kenangan. tentang kecewa, biar ia jadi tragis terakhir. tentang tawa, biar ia jadi penyejuk kala gundah. tentang air mata, biar ia jadi sungai yang beriak. tentang penyesalan, biar ia jadi palung terdalam. tentang syukur, biar ia jadi pengiring hidup. tentang perpisahan, biar ia jadi pelajaran. tentang pertemuan, biar ia jadi hadiah istimewa. tentang marah, biar ia jadi api penghangat. tentang senyum, biar ia jadi pelangi setelah hujan. tentang keabadian, biar ia diingat semampunya. dan tentang kau, biar ia jadi nisan selamanya. setiap hurufnya, kalimatnya, paragrafnya, ha...

bagian 9 : l e m b a r a n

banyak sekali hurufnya. teruntai jadi beragam kalimat, tersimpul rapi menjadi paragraf. miliaran paragraf,  yang memang tak bisa dibukukan. perlahan, selambat, seiring terus memudar. hilang berdampingan dengan waktu. pelan diganti, pelan menghilang, pelan melupa, pelan melenyap, pelan tenggalam, bersama langkah kedepan. memilih, menetap, menggenggam rasa untuk melupa. walau sebenarnya,  bisa disimpan. tapi sungguh,  pilihannya tepat jatuh, tidak akan pernah.

bagian 8 : t a n d a s e r u

ini aku manusia yang sudah dikenal sejak lama. sampai akhirnya tau bagaimana setiap sudut terkecilnya. hal buruk & baik pun kini telah naik. tapi, tentu tidak lagi sama. kini, aku telah menemukan sebuah kata tenang. aku bisa hidup tanpamu. tidak bergantung bahagia padamu. tidak bersandar keluh di sampingmu. tidak berkucuran air mata di depanmu. tidak, kini aku tidak membutuhkanmu. kau,  ya kau. menjauh, sejauh kau bisa, pergi melenyap dari pandangku. sedalam, sehilang kau mampu.

bagian 7 : b o u n d e r i e s

semoga, semakin mampu. semoga, semakin hebat. semoga, semakin terjaga. semoga, semakin terlindung. semoga tak lupa,  untuk semua batas.

bagian 6 : l o s i n g

benar akan benar. salah akan salah. salah akan benar, karena lurusan. lurus dan sesuai. benar akan salah, karena simpangan. simpangan dan melenceng. bukan berdua, bukan bertiga, bahkan bukan bersama pun. apakah  tuhanku  pernah  kehilanganku?

bagian 5 : s o m e o n e t o l d m e

Image
tahun lalu, tepat di bulan ke-8. salah satu manusia favoritku, mengingatkan akan beberapa hal tentang menjadi. manusia yang sering membuatku berkata " iya juga ya. benar juga ya ." aku sangat menghargainya, saat itu.

bagian 4 : p e r s i a p a n

sebenarnya, sudah lama persiapkan diri. sudah menerka, tentang skenario akan seperti apa kedepannya. sisi tergelap pun, tekad berdalih bisa. rasa lelah, terus dihiraukan  karena  bodoh percaya. persiapan, memang kadang serasa mampu. ternyata tidak mudah. ditulis di bawah langit di atas bumi, dari isi kepalanya.

bagian 3 : b o d o h

sejak kapan semua terlihat jelas? sejak katamu merasuk mengusik jiwa ragaku. geliat tawa menjadi pura. bodoh bertahan pada manusia. hanya karena percaya. ditulis di bawah langit di atas bumi, dari emosi negatifnya.

bagian 2 : s a d a r

kau bertanya padaku: seberapa istimewa aku bagimu? jawabku: sampai ujung pun ku disebelahmu. ditulis di bawah langit di atas bumi, dari hati & pikirannya.

bagian 1 : i b a r a t

kepada mata kaulah matahari malam yang betah berjaga menemani saya, menemani kata, sehingga saya dan kata tetap bisa menyala di remang redup cahaya. 2006 ditulis di bawah langit di atas bumi, dari puisi joko pinurbo.

l a h i r d i k o t a versi ii

diam-diam aku mencintaimu dengan sederhana aku  langkahkan kaki, kuatkan hati, hanya untuk menikmati. kota ini, beri makna semurni sukma, sedalam rasa, sejauh kelana. .... namun kini  usai saja. ..... memori  ku lepaskan, tinggalkan, dan lupakan. sembari  terus merajut makna dan asa, sebelum menjadi bahkan mencari.

percaya, katanya.

Image
  namanya juga manusia. sifatnya ada saja yang buat suka bahkan duka. pernah pada suatu masa, jiwa lemah ini menjadi seorang yang sangat mempercayai manusia selain ibu dan ayah. padahal sifatnya yang keras kepala, egois, suka mencari kebenaran bahkan berdebat pun ia ladeni. secara perlahan berubah menjadi diri yang pudar dari sifatnya tadi.  alasannya singkat saja.  katanya, percaya. seluruh ruh dalam sifatnya sedikit demi sedikit menjadi lemah lembut, menghargai seluruh pendapat yang jarang sejalan dengannya, juga berdebat pun berubah jadi diskusi kepala dingin. dihadapannya nyali pun tak kuasa menjadi liar, seolah kalimatnya selalu mendapat makna "ada benarnya juga ya". tapi namanya juga manusia, sifatnya ada saja yang buat suka bahkan duka. beberapa waktu kebelakang sifatnya berikan duka pada jiwa yang kuat padahal ternyata selemah ini. beri makna ternyata ----- percaya seharusnya tak diberikan pada siapapun secara penuh, silakan berubah sesuai hati yang tulus, semua y...

terbang yang jauh, jangan lupa pulang ♡

sebisa & semampu saya. tidak sekadar dengan kata, tapi juga perbuatan. perlakuan ini diberikan agar kelak kewajibanku atas perintah-Mu, Kau nilai dengan sebaik mungkin. dan juga, agar ia tetap jaga komitmen, janji juga imannya teguh pada-Mu. jikalau suatu saat tidak ada didekatnya lagi, jiwa lemah ini berharap semesta dan Kau langit. selalu menjaganya dengan iringan kebaikan sepanjang hayat.

doa baik

berulang, terulang, dan mengulang terekam dan tersimpan banyak pesan tersampaikan di ruang rahasia, ibu dan pencipta di ruang rahasia, bapak dan pencipta nama diantar lewat pinta dijaga dalam doa pada sang kuasa ~

bincang santuy ala larasati tapi serius

[ sudah besar ya kita ] Kan gini Masalah hati sii sbnrnya Klo kita ga sabar sama apa yg allah kasih Brrti kita belum ikhlas Sedangkan kuncinya segala ilmu yg masuk tuh dari ikhlas Trs ikhlas tuh apa? Ibarat angka nol, tidak ada definisi kosong Klo kita, trs2an mkirin kapan kita nikah? Hati2, Allah menguji kita Dengan menguji hati kita Klo jodohnya nanti itu gimana? Apakah kita sabar atau tidak? Intinya, ya jalani Lakukan sunnah2 yg mendekatkan jodoh Nah, trs apakah kita bisa istimroriyah melakukannya? Syukuri apa yg allah kasih Sabar apa yg A llah ujikan untuk kita Ga boleh mikirin nikah terus berarti? Boleh Tapi sesekali Tau ga knpa kita cape mikir? Soalnya kita mikir tanpa dzikir Nah itu yg bkin kita cape :( Boleh Tapi ada saatnya Misalnya Pas tahajud, sholat hajat, atau sholat2 sunnah lainnya Pas sujud Atau doa d waktu2 trtntu Cape mikir karena tanpa dzikir Astagfirullah She said, like that.. Kita sampai surga bareng yaw, aamiin allahumma aamiin.. 19-05-2020