percaya, katanya.

 

namanya juga manusia.
sifatnya ada saja yang buat suka bahkan duka.

pernah pada suatu masa, jiwa lemah ini menjadi seorang yang sangat mempercayai manusia selain ibu dan ayah. padahal sifatnya yang keras kepala, egois, suka mencari kebenaran bahkan berdebat pun ia ladeni. secara perlahan berubah menjadi diri yang pudar dari sifatnya tadi. 

alasannya singkat saja. 
katanya, percaya.

seluruh ruh dalam sifatnya sedikit demi sedikit menjadi lemah lembut, menghargai seluruh pendapat yang jarang sejalan dengannya, juga berdebat pun berubah jadi diskusi kepala dingin. dihadapannya nyali pun tak kuasa menjadi liar, seolah kalimatnya selalu mendapat makna "ada benarnya juga ya".

tapi namanya juga manusia, sifatnya ada saja yang buat suka bahkan duka. beberapa waktu kebelakang sifatnya berikan duka pada jiwa yang kuat padahal ternyata selemah ini. beri makna ternyata ----- percaya seharusnya tak diberikan pada siapapun secara penuh, silakan berubah sesuai hati yang tulus, semua yang sudah lewat takkan pernah bisa direka ulang hanya sekadar untuk memperbaiki atau mengubahnya seperti semula, berhenti sejenak, juga kuat bertekad pulihkan jiwa raga sembari kuatkan taatnya pada-Nya.

percaya, katanya. kini hilang untuk selamanya.

Comments

Popular posts from this blog

good wishes for you.

teman baik

24 sudah. selamat datang 25.