Posts

24 sudah. selamat datang 25.

memperingati 04 agustus. angka baru yang lebih tenang dan senang. maksudnya, yang betulan penuh baiknya. lebih banyak minum air putih hangat (tumbler-tumblermu itu, yang navy-mu itu misal, isi kebaikan ya!) oat kesukaanmu yang selalu ditambah pisang & susu itu, nanti seiring jalannya hidup. kita buat lebih beragam okay! jadi cahaya terang untukmu saja lagi, lagi, dan lagii, biar nanti yang lain tersinari. pandai-pandai paham makna dari ide-ide Sang Baik, supaya, supaya tidak mudah sedih aja~ INI PENTING! tentang muslimmu, bisa ya, iya kannn, jadi mukmin kitaaa, yang penuh berkah itu. juga, sehat badan dan ragamu, seimbang hormon & metabolismemu, langkah kaki yang mengundang banyak bahagia. janji mudah kayanya, ngga bisa, tapi penuh makna berkahnya, iya pasti, aamiin! 🌹💃🏻. OH! bahasa sebelaaah timur itu, katanya mau #kaburajadulu jadi #bebetterlifeee. jangan takut kehilangan yaa. semua yang kau punya, itu bukan milkmu. titip itu. senyum, sulung menyenangkan kok. seriusan:) al...

kepada buku, aku menuliskannya ;༊

kamu, serupa puisi aneh yang datang kala batinku berontak menolak. kala menulismu dan membacanya kembali justru girang aku tersebab yang tak biasa bisa tercipta juga.  —puisi liris ini pelan hantui tepi pikirku jauh sebelum aku benar bersapa denganmu. kamu metafora yang tidak pernah bisa aku tentukan. selama bertahun-tahun, aku menulismu jadi sebuah baris setengah jadi, sembari kadang menyimpan harap pada hari esok yang entah kapan. mereka yang bergerombolan itu bertemu tokoh nyatanya. mudah diterima menghalau sirat & menyurat sudah naik ke permukaan bumi. kamu, alunan huruf-huruf yang menari-nari ku kenang dengan baiknya.. memang benar ada yang cukup disyukuri sebagai pelajaran bahkan lepas meninggalkan agar hati tidak terikat pada sesuatu yang tidak Allah tetapkan sebagai milik kita. mengingat tanpa membersamai adalah bentuk kedewasaan dan penjagaan hati.

good wishes for you.

Image
lagunya Sal Priadi - Serta Mulia ini untukmu. yakin kamu tetap berseri. ini tulisan yang kupanjatkan pada tuhan sembari berniat & memohon ini untukmu juga. memulai cakap denganmu adalah hal yang menarik. aku berucap, — aku bersyukur mengenalmu . riuh ku ucapkan lantang berulang, — aku suka mengenalmu. huruf tersimpul rapi menjelma kalimat hingga menjadi paragraf penuh tulus.  kamu, —aku memohon pada Yang Selalu Baik agar selalu beri dirimu banyak tenang bahkan dalam tidurmu. selalu menjagamu dengan segala ridho-Nya, selalu buatmu dikelilingi banyak manusia baik & penuh tulus, selalu berimu sehat dengan keberkahan dari segala arah, selalu mudahkan prosesmu bertumbuh, semua yang dilalui selalu buatmu tersenyum disebab hal sederhana penuh makna, berimu banyak cahaya di tengah sedih & bingungmu, beriring keteguhan hati pada jalan paling disuka-Nya, rezeki berlimpah berkah di mana pun kamu, ya, di mana pun kamu berada, dan yang paling ku langitkan; mudahkan jalan hidupmu men...

jika semua rahasia telah disampaikan seluruhnya. apakah kamu akan meninggalkanku?

sejujurnya ada badai menakutkan pada ku di lampau lalu.  bagaimana kalau ternyata aku memberitahumu bahwa sebenarnya aku tidak mampu mentolerir hatiku sendiri? bagaimana jika kau mengetuk pintuku? ketika dibuka, yang terlihat justru yang rusak dan melihatku dalam kondisi tak bertopeng lagi? akankah kau meninggalkanku? akankah dirimu menyesal mengenalku? ataukah kau akan langsung berlari dan tak kembali?

jadi?

tak pernah disangka hal semacam ini datang. membagi ruang dan waktu pada sesuatu yang ku pikir nanti-nanti saja. sesuatu hal yang mati-matian ku elak. bahwa ini hal yang seharusnya tidak ada. berpikir dari waktu ke waktu.  merenung tentang kemungkinan baik apa yang akan terjadi. juga tentang apa yang sebaliknya. kata orang, jangan terlalu terbebani dengan ini.  dan aku, sangat ingin mempercayai hal itu. iya, aku bertemu dengannya.  aku merasa ada sesuatu  yang membuatku lebih tersenyum dari biasanya. dan, sekarang. sepertinya,  aku berhenti mengagumimu, aku berhenti mengiramu, aku berhenti mengetahuimu, aku berhenti memahamimu, aku berhenti. biarlah yang tak terduga datang kembali lagi nanti. yang sekaligus menjelma tenang bagiku & kau. nanti kau boleh datang lagi,  tentu. suatu saat pasti aku tidak akan berhenti. tidak akan.

giving gift

meeting u is one of the most unexpected but one of the most precious moments of my life. i will always thank god and the universe for letting me meet u because giving me a chance to live in the same lifetime as u. i will always thank for allowing our paths across and for bringing us together in this vast world. — august 2023

smile

♡ — i'm in love with the little smile & laugh of you

an unexpected days i'll never forget.

perlahan aku mulai membaca ternyata benar ada sesuatu yang harus dijeda. tentang perasaan yang harus ditunda tapi bukan karena membiarkannya hilang rasa. tentang la yang ingin segalanya tetap terjaga, sampai waktu terbaik itu ada. aku memilih dengan sengaja melepasmu. bukan tidak ingin menjadi satu, tentu kau mengerti apa niat baikku. kali ini, harus lebih dewasa. ikat rasa kuat-kuat dalam doa. jika kesempatan itu ada, pertemuan akan segera tiba sejauh apa pun jaraknya, di mana pun itu. tentang yang harus dititipkan. tentang pribadi yang masih perlu perbaikan. be good, san —

salah (?)

apa salah ambil langkah? berpura tak melihat, tak mendengar. acuh tak acuh dengan segala hal, padahal riuh gemuruh penuh sudah  isi kepalanya. apa benar ini salah? apa perlu diubah? apa bisa berisik berganti tenang? menunggu sembari berjalan berlari, usahakan terus, kapannya terjadi — tenang jelas dicarinya.

mari percaya.

iya~ tak hingga melangit doanya agar selalu terjaga dan didekatkan dengan ragam hal baik juga buat bahagia. meski terlihat terbatas, mari percaya saja dengan jangkaun sebuah doa.

about time.

kepada yang telah hadir. selamat bertumbuh, berkembang, berproses, dan berkelana dengan makna juga ragam kisah. melangit doa penuh tulus, semoga teriring pada tiap langkah. sampai bertemu di perjalanan selanjutnya. maybe later, see you later, until we meet again, and see you again~ dari syukur & bahagianya.

[ tidak lagi penasaran ]

pertanyaan "kenapa" -nya selesai. tidak ada lagi,  tidak lagi bertanya-tanya, tidak lagi kebingungan, tidak lagi menerka jawaban, tidak lagi penasaran. benar, semua yang terjadi terlihat tiba-tiba,  tanpa aba-aba,  bahkan tanpa isyarat. benar, semua ini buat bingung, benar, semua ini ada tanda tanya-nya, benar, semua ini jauh diluar ekspektasinya. datang tebar banyak senyum rekah, datang sulam menyulam kenangan, datang tinggalkan jejak. "manusia hakikatnya baik, terlepas apa niat dibelakangannya. memberi tanpa melihat siapa & bentuk beriannya. yang baik memang perlu dibalas baik. manusia yang memberi berhak menerima hal baik yang pernah diberinya juga." 一 sudah.

[ i really hope whenever and wherever you are, always meet with a good people & good things. blessing to you ♡ ! ]

sebenarnya tak ada kalimat yang pantas diucap, selain..  "terima kasih banyak sudah hadir, terima kasih banyak telah beri banyak makna & kenangan baiknya". kepada manusia baik yang ku temui akhir-akhir ini kepada seluruh rupa peristiwa dan kejadiannya akhir-akhir ini kepada semua hal yang tak terduga datang akhir-akhir ini kepada apapun yang tak disadari akhir-akhir ini abadi tersimpan, dari rasa syukurnya yang tak berkesudahan.  

[ sapaan hangat ]

entah kapan waktunya. bertemu di mana pun tidak tahu akan di mana. dalam situasi dan peristiwa apa yang terjadi pun tidak pernah tahu akan bagaimana. hanya memohon meminta berdoa dengan sungguh, pertemukan selalu dengan makna baik. pertemukan selalu dengan manusia baik, tulus & tidak menipu. kalau pun keberuntungan belum berpihak saat nanti, penuh yakin memohon temukan aku oleh manusia itu di mana pun nantinya. memang belum dekat sifat & sikapnya pada kata baik apalagi sempurna. tetap tak sedetik pun terlewat hingga melupa untuk berbenah. menjadi sebelum mencari, walau pelan namun gelegat pasti dijunjung sampai waktu terhenti. hangat sapaan kepada siapa pun. tutur sejuk pada siapa yang ditemu. beri selalu makna baik pada semua yang berjumpa, aamiin~

[ menjadi hidup untuk diri sendiri ]

yang salah menaruh, sesalnya lama dirasa. yang bodoh mendengar, gelagatnya lama diatur. yang rela bergegas, saat sampai tak percaya katanya. yang berpura, jujur pun sesak jadinya. yang tahan menangis, menjadi saat meluap. yang jelas tahu benarnya, datang kalahnya lalu mundur demi selamat. yang ramai bersama, justru sepi yang mendalam. yang suka berbicara, kini bungkam membenci. yang mengharap tenang, berubah sudah menjelma resah. yang mendoa bahagia, berujung tetap pada "tunda saja bahagianya !". tidak akan berulah, tidak akan lagi. kembali menjadi hidup untuk diri sendiri.

sebuah surat ..

jauh berjarak beratus kilometer. banyak hal baik teringat,  tak sedikit jua yang sebaliknya terngiang jelas. menerka kapan cerita hilang seutuhnya. ucap kata yang takkan pernah sudah. terima kasih pada semua yang telah lalu. terima kasih banyak.

[ tak ada yang tahu pasti, celah melupa ]

bu, terima kasih banyak  untuk segala tanya  perihal keadaan sesering dan semampu  yang sudah  dilakukan selama ini.  teriring doa melangit hanya untukmu. seluruh jiwa & raga kuat bertaruh menjadi berani berkatmu dan doamu. salam hangat penuh cinta, selalu. dariku untukmu jauh disana.

bagian 10 : 2 0 2 2

usai sudah buku ini terisi. ya, lembarnya sudah penuh. beragam peristiwa, aneka rasa, tertulis rapi didalamnya. kepada seluruh tokoh, beribu kata terima kasih ku kirim padamu. kasih tak sampai, raga tak beriring, langkah tak saling, biar jadi lalu yang berkesudahan. lelah yang tercipta, hikmah yang menjulang, aman yang melingkup, juga hangat yang mengepul, biar jadi syukur yang dikenang. tentang bahagia, biar ia jadi kenangan. tentang kecewa, biar ia jadi tragis terakhir. tentang tawa, biar ia jadi penyejuk kala gundah. tentang air mata, biar ia jadi sungai yang beriak. tentang penyesalan, biar ia jadi palung terdalam. tentang syukur, biar ia jadi pengiring hidup. tentang perpisahan, biar ia jadi pelajaran. tentang pertemuan, biar ia jadi hadiah istimewa. tentang marah, biar ia jadi api penghangat. tentang senyum, biar ia jadi pelangi setelah hujan. tentang keabadian, biar ia diingat semampunya. dan tentang kau, biar ia jadi nisan selamanya. setiap hurufnya, kalimatnya, paragrafnya, ha...

bagian 9 : l e m b a r a n

banyak sekali hurufnya. teruntai jadi beragam kalimat, tersimpul rapi menjadi paragraf. miliaran paragraf,  yang memang tak bisa dibukukan. perlahan, selambat, seiring terus memudar. hilang berdampingan dengan waktu. pelan diganti, pelan menghilang, pelan melupa, pelan melenyap, pelan tenggalam, bersama langkah kedepan. memilih, menetap, menggenggam rasa untuk melupa. walau sebenarnya,  bisa disimpan. tapi sungguh,  pilihannya tepat jatuh, tidak akan pernah.

bagian 8 : t a n d a s e r u

ini aku manusia yang sudah dikenal sejak lama. sampai akhirnya tau bagaimana setiap sudut terkecilnya. hal buruk & baik pun kini telah naik. tapi, tentu tidak lagi sama. kini, aku telah menemukan sebuah kata tenang. aku bisa hidup tanpamu. tidak bergantung bahagia padamu. tidak bersandar keluh di sampingmu. tidak berkucuran air mata di depanmu. tidak, kini aku tidak membutuhkanmu. kau,  ya kau. menjauh, sejauh kau bisa, pergi melenyap dari pandangku. sedalam, sehilang kau mampu.