Posts

[ sapaan hangat ]

entah kapan waktunya. bertemu di mana pun tidak tahu akan di mana. dalam situasi dan peristiwa apa yang terjadi pun tidak pernah tahu akan bagaimana. hanya memohon meminta berdoa dengan sungguh, pertemukan selalu dengan makna baik. pertemukan selalu dengan manusia baik, tulus & tidak menipu. kalau pun keberuntungan belum berpihak saat nanti, penuh yakin memohon temukan aku oleh manusia itu di mana pun nantinya. memang belum dekat sifat & sikapnya pada kata baik apalagi sempurna. tetap tak sedetik pun terlewat hingga melupa untuk berbenah. menjadi sebelum mencari, walau pelan namun gelegat pasti dijunjung sampai waktu terhenti. hangat sapaan kepada siapa pun. tutur sejuk pada siapa yang ditemu. beri selalu makna baik pada semua yang berjumpa, aamiin~

[ menjadi hidup untuk diri sendiri ]

yang salah menaruh, sesalnya lama dirasa. yang bodoh mendengar, gelagatnya lama diatur. yang rela bergegas, saat sampai tak percaya katanya. yang berpura, jujur pun sesak jadinya. yang tahan menangis, menjadi saat meluap. yang jelas tahu benarnya, datang kalahnya lalu mundur demi selamat. yang ramai bersama, justru sepi yang mendalam. yang suka berbicara, kini bungkam membenci. yang mengharap tenang, berubah sudah menjelma resah. yang mendoa bahagia, berujung tetap pada "tunda saja bahagianya !". tidak akan berulah, tidak akan lagi. kembali menjadi hidup untuk diri sendiri.

sebuah surat ..

jauh berjarak beratus kilometer. banyak hal baik teringat,  tak sedikit jua yang sebaliknya terngiang jelas. menerka kapan cerita hilang seutuhnya. ucap kata yang takkan pernah sudah. terima kasih pada semua yang telah lalu. terima kasih banyak.

[ tak ada yang tahu pasti, celah melupa ]

bu, terima kasih banyak  untuk segala tanya  perihal keadaan sesering dan semampu  yang sudah  dilakukan selama ini.  teriring doa melangit hanya untukmu. seluruh jiwa & raga kuat bertaruh menjadi berani berkatmu dan doamu. salam hangat penuh cinta, selalu. dariku untukmu jauh disana.

bagian 10 : 2 0 2 2

usai sudah buku ini terisi. ya, lembarnya sudah penuh. beragam peristiwa, aneka rasa, tertulis rapi didalamnya. kepada seluruh tokoh, beribu kata terima kasih ku kirim padamu. kasih tak sampai, raga tak beriring, langkah tak saling, biar jadi lalu yang berkesudahan. lelah yang tercipta, hikmah yang menjulang, aman yang melingkup, juga hangat yang mengepul, biar jadi syukur yang dikenang. tentang bahagia, biar ia jadi kenangan. tentang kecewa, biar ia jadi tragis terakhir. tentang tawa, biar ia jadi penyejuk kala gundah. tentang air mata, biar ia jadi sungai yang beriak. tentang penyesalan, biar ia jadi palung terdalam. tentang syukur, biar ia jadi pengiring hidup. tentang perpisahan, biar ia jadi pelajaran. tentang pertemuan, biar ia jadi hadiah istimewa. tentang marah, biar ia jadi api penghangat. tentang senyum, biar ia jadi pelangi setelah hujan. tentang keabadian, biar ia diingat semampunya. dan tentang kau, biar ia jadi nisan selamanya. setiap hurufnya, kalimatnya, paragrafnya, ha...

bagian 9 : l e m b a r a n

banyak sekali hurufnya. teruntai jadi beragam kalimat, tersimpul rapi menjadi paragraf. miliaran paragraf,  yang memang tak bisa dibukukan. perlahan, selambat, seiring terus memudar. hilang berdampingan dengan waktu. pelan diganti, pelan menghilang, pelan melupa, pelan melenyap, pelan tenggalam, bersama langkah kedepan. memilih, menetap, menggenggam rasa untuk melupa. walau sebenarnya,  bisa disimpan. tapi sungguh,  pilihannya tepat jatuh, tidak akan pernah.

bagian 8 : t a n d a s e r u

ini aku manusia yang sudah dikenal sejak lama. sampai akhirnya tau bagaimana setiap sudut terkecilnya. hal buruk & baik pun kini telah naik. tapi, tentu tidak lagi sama. kini, aku telah menemukan sebuah kata tenang. aku bisa hidup tanpamu. tidak bergantung bahagia padamu. tidak bersandar keluh di sampingmu. tidak berkucuran air mata di depanmu. tidak, kini aku tidak membutuhkanmu. kau,  ya kau. menjauh, sejauh kau bisa, pergi melenyap dari pandangku. sedalam, sehilang kau mampu.