Posts

doa baik

berulang, terulang, dan mengulang terekam dan tersimpan banyak pesan tersampaikan di ruang rahasia, ibu dan pencipta di ruang rahasia, bapak dan pencipta nama diantar lewat pinta dijaga dalam doa pada sang kuasa ~

bincang santuy ala larasati tapi serius

[ sudah besar ya kita ] Kan gini Masalah hati sii sbnrnya Klo kita ga sabar sama apa yg allah kasih Brrti kita belum ikhlas Sedangkan kuncinya segala ilmu yg masuk tuh dari ikhlas Trs ikhlas tuh apa? Ibarat angka nol, tidak ada definisi kosong Klo kita, trs2an mkirin kapan kita nikah? Hati2, Allah menguji kita Dengan menguji hati kita Klo jodohnya nanti itu gimana? Apakah kita sabar atau tidak? Intinya, ya jalani Lakukan sunnah2 yg mendekatkan jodoh Nah, trs apakah kita bisa istimroriyah melakukannya? Syukuri apa yg allah kasih Sabar apa yg A llah ujikan untuk kita Ga boleh mikirin nikah terus berarti? Boleh Tapi sesekali Tau ga knpa kita cape mikir? Soalnya kita mikir tanpa dzikir Nah itu yg bkin kita cape :( Boleh Tapi ada saatnya Misalnya Pas tahajud, sholat hajat, atau sholat2 sunnah lainnya Pas sujud Atau doa d waktu2 trtntu Cape mikir karena tanpa dzikir Astagfirullah She said, like that.. Kita sampai surga bareng yaw, aamiin allahumma aamiin.. 19-05-2020

kenapa harus?

yaa.. ini emang prosesnya kali ya. mungkin waktu memang beri kesempatan buat kasih sikap dewasa untuk diri masing-masing. sesak ga sih rasanya jadi jauh dengan orang yang udah dikenal lama sama diri sendiri? jujur, rasanya sangat ga nyaman. oke, kita emang belum bisa jadi satu orang yang saling lengkapi buat konteks yang sama. tapi kalo harus gini, mau sampai kapan? kenapa harus kaya gini ya? kalo iya gabisa, bilang.. bilang untuk selesaiin masalahnya bukan dibuat longgar ikatannya.

Jauh. Tapi Ini Mendewasakan.

Tak perlu terlalu sering bertemu. Ini jauh tapi ini mendewasakan. Hai, apa kabar bumi jauh disana? Tebakanmu benar bumi. karya-karya yang tercipta memang tersirat tentang dan untukmu. Tidak. Ini dibuat bukan untuk membuatmu besar kepala dan sok keren. Jelas bukan. Ini dibuat karena denganmu aku bertumbuh. Aku mengatakannya karena ingin seisi bumi tahu. Bahwa kuharap tak ada lagi kebiasaan merendah lalu menjauh. Aku bangga sekali bisa lewati hari-hari dengan debatan yang tak kunjung usai. Aku jelas tahu. Dan bumi jelas tahu. Bahwa kami berbeda dalam bersudut pandang. Tak  ada benar dan salah. Kami saling memahami satu sama lain. Senang sekali kami bertukar pikiran. Selalu ada saja paham baru yang buat "oh ternyata begitu ya" "oh ternyata begini ya" Bahagianya..  Eh rasa-rasanya aku penasaran. Penasaran siapa yang paling jujur diantara aku dan bumi? Dibawah langit diatas bumi. Ini jauh tapi ini mendewasakan.

Sederet Pertemuan. Semoga Sampai Nanti.

Ada banyak kemungkinan yang disediakan-Nya, bukan sekadar dijejaki tapi dieksplorasi. Ada sekian kesempatan menanti. Agar Sang Baik kabulkan sebagai jalan kebermanfaatan yang harus dijelajahi. Hidup dalam waktu 24 jam sehari menjadi bagian dari kemungkinan bahwa semesta-Nya izinkan untuk bertemu dengan seorang yang ternyata sejalan dengan apa yang sedang jalani. Banyak cara ditempuh agar mampu menggulir roda-roda manfaat, mungkin dari sinilah Sang Baik bukakan kesempatan agar selalu hidupkan semangat pada berbagai aktivitas yang mempertemukan aku denganmu dalam frekuensi yang sama. Barangkali, ini adalah waktunya Allah pertemukan aku dengan seseorang yg ketika sedang menyeka peluh di pelipis wajah yang justru pada suatu hari yang terik, ternyata ada seseorang yang terjaga disana. Aku dan kamu sama-sama sedang berjuang memerangi kepayahan yang melelahkan. Barangkali, ini adalah waktunya Allah pertemukan demgan seorang yang dari pemahamannya banyak berbeda ketika berpendapat tetapi dalam...

alasannya : biar bisa diingat ulang

ditulis karena nyaman.  sebagai manusia yang sulit menemukan titik nyaman karena banyaknya pertimbangan. kepalanya berkata, "agar apa yang dipilih tidak pernah salah. jika sudah ya yakin." ditulis karena memang lebih leluasa ditulis karena memang senang ditulis karena agar bisa dikenang suatu saat nanti ditulis karena takut lupa dengan sesuatu yang sebenarnya masih layak disimpan.  ketika hilang datang, yang muncul justru sesal, padahal segala ketetapan-Nya tak pernah mengecewakan.

Dear mylove ♡

Halo.. Apa kabarmu? Boleh kukatakan sesuatu?  "Aku bangga padamu" Sepertinya jika kukatakan alasannya, kemungkinan besar kamu tidak akan percaya. tapi jujur ini benar adanya, ini serius, aku bangga padamu. Aku tidak punya pilihan lain selain tetap mengatakannya. Maukah kamu membacanya?  Sebenarnya aku heran, kenapa kamu tidak mempercayaiku soal ini. Kamu yang ku kenal sejak lama. Itu sebabnya aku ada disini, kamu boleh meminta tolongku apapun itu. Aku ada disini, tetap disini. Aku yang senantiasa akan percaya apapun yang kamu rencanakan selama itu tetap pada koridor yang Allah ridhoi. Aku yang ingin menemanimu, selalu. Semoga semua yang diusahakan menuntunku dan kamu ke jalan yang Allah berkahi, Allah ridhoi. Namun dibalik itu semua kamu pernah bercerita bahwa dirimu bersikokoh tak percaya. Karena kamu bilang, "aku tak sebaik yang kamu kira." Hai kamu.. Lantas memangnya kenapa jika dulu kamu memiliki hari kemarin yang tak baik dan indah? Toh akupun sama dan akan tet...