prolog : l a h i r d i k o t a
Lahir di kota
namun rindu bukit dan pantai.
Setiap hari,
mengenakan sepatu di hutan beton.
Tapi tidak bisa melupakan
kaki-kaki telanjang
yang berlari diatas rumput
menerjang angin.
Ketika cahaya matahari
jatuh ke tanah
untuk pertama kalinya.
Disuatu hari,
diam-diam
aku mencintai engkau
yang sederhana.
Lebih sabar & sadar bahwa jika ingin mendapat sesuatu yang indah perlu ada usaha paling memukau.
Comments
Post a Comment