Posts

percaya, katanya.

Image
  namanya juga manusia. sifatnya ada saja yang buat suka bahkan duka. pernah pada suatu masa, jiwa lemah ini menjadi seorang yang sangat mempercayai manusia selain ibu dan ayah. padahal sifatnya yang keras kepala, egois, suka mencari kebenaran bahkan berdebat pun ia ladeni. secara perlahan berubah menjadi diri yang pudar dari sifatnya tadi.  alasannya singkat saja.  katanya, percaya. seluruh ruh dalam sifatnya sedikit demi sedikit menjadi lemah lembut, menghargai seluruh pendapat yang jarang sejalan dengannya, juga berdebat pun berubah jadi diskusi kepala dingin. dihadapannya nyali pun tak kuasa menjadi liar, seolah kalimatnya selalu mendapat makna "ada benarnya juga ya". tapi namanya juga manusia, sifatnya ada saja yang buat suka bahkan duka. beberapa waktu kebelakang sifatnya berikan duka pada jiwa yang kuat padahal ternyata selemah ini. beri makna ternyata ----- percaya seharusnya tak diberikan pada siapapun secara penuh, silakan berubah sesuai hati yang tulus, semua y...

terbang yang jauh, jangan lupa pulang ♡

sebisa & semampu saya. tidak sekadar dengan kata, tapi juga perbuatan. perlakuan ini diberikan agar kelak kewajibanku atas perintah-Mu, Kau nilai dengan sebaik mungkin. dan juga, agar ia tetap jaga komitmen, janji juga imannya teguh pada-Mu. jikalau suatu saat tidak ada didekatnya lagi, jiwa lemah ini berharap semesta dan Kau langit. selalu menjaganya dengan iringan kebaikan sepanjang hayat.

doa baik

berulang, terulang, dan mengulang terekam dan tersimpan banyak pesan tersampaikan di ruang rahasia, ibu dan pencipta di ruang rahasia, bapak dan pencipta nama diantar lewat pinta dijaga dalam doa pada sang kuasa ~

bincang santuy ala larasati tapi serius

[ sudah besar ya kita ] Kan gini Masalah hati sii sbnrnya Klo kita ga sabar sama apa yg allah kasih Brrti kita belum ikhlas Sedangkan kuncinya segala ilmu yg masuk tuh dari ikhlas Trs ikhlas tuh apa? Ibarat angka nol, tidak ada definisi kosong Klo kita, trs2an mkirin kapan kita nikah? Hati2, Allah menguji kita Dengan menguji hati kita Klo jodohnya nanti itu gimana? Apakah kita sabar atau tidak? Intinya, ya jalani Lakukan sunnah2 yg mendekatkan jodoh Nah, trs apakah kita bisa istimroriyah melakukannya? Syukuri apa yg allah kasih Sabar apa yg A llah ujikan untuk kita Ga boleh mikirin nikah terus berarti? Boleh Tapi sesekali Tau ga knpa kita cape mikir? Soalnya kita mikir tanpa dzikir Nah itu yg bkin kita cape :( Boleh Tapi ada saatnya Misalnya Pas tahajud, sholat hajat, atau sholat2 sunnah lainnya Pas sujud Atau doa d waktu2 trtntu Cape mikir karena tanpa dzikir Astagfirullah She said, like that.. Kita sampai surga bareng yaw, aamiin allahumma aamiin.. 19-05-2020

kenapa harus?

yaa.. ini emang prosesnya kali ya. mungkin waktu memang beri kesempatan buat kasih sikap dewasa untuk diri masing-masing. sesak ga sih rasanya jadi jauh dengan orang yang udah dikenal lama sama diri sendiri? jujur, rasanya sangat ga nyaman. oke, kita emang belum bisa jadi satu orang yang saling lengkapi buat konteks yang sama. tapi kalo harus gini, mau sampai kapan? kenapa harus kaya gini ya? kalo iya gabisa, bilang.. bilang untuk selesaiin masalahnya bukan dibuat longgar ikatannya.

Jauh. Tapi Ini Mendewasakan.

Tak perlu terlalu sering bertemu. Ini jauh tapi ini mendewasakan. Hai, apa kabar bumi jauh disana? Tebakanmu benar bumi. karya-karya yang tercipta memang tersirat tentang dan untukmu. Tidak. Ini dibuat bukan untuk membuatmu besar kepala dan sok keren. Jelas bukan. Ini dibuat karena denganmu aku bertumbuh. Aku mengatakannya karena ingin seisi bumi tahu. Bahwa kuharap tak ada lagi kebiasaan merendah lalu menjauh. Aku bangga sekali bisa lewati hari-hari dengan debatan yang tak kunjung usai. Aku jelas tahu. Dan bumi jelas tahu. Bahwa kami berbeda dalam bersudut pandang. Tak  ada benar dan salah. Kami saling memahami satu sama lain. Senang sekali kami bertukar pikiran. Selalu ada saja paham baru yang buat "oh ternyata begitu ya" "oh ternyata begini ya" Bahagianya..  Eh rasa-rasanya aku penasaran. Penasaran siapa yang paling jujur diantara aku dan bumi? Dibawah langit diatas bumi. Ini jauh tapi ini mendewasakan.

Sederet Pertemuan. Semoga Sampai Nanti.

Ada banyak kemungkinan yang disediakan-Nya, bukan sekadar dijejaki tapi dieksplorasi. Ada sekian kesempatan menanti. Agar Sang Baik kabulkan sebagai jalan kebermanfaatan yang harus dijelajahi. Hidup dalam waktu 24 jam sehari menjadi bagian dari kemungkinan bahwa semesta-Nya izinkan untuk bertemu dengan seorang yang ternyata sejalan dengan apa yang sedang jalani. Banyak cara ditempuh agar mampu menggulir roda-roda manfaat, mungkin dari sinilah Sang Baik bukakan kesempatan agar selalu hidupkan semangat pada berbagai aktivitas yang mempertemukan aku denganmu dalam frekuensi yang sama. Barangkali, ini adalah waktunya Allah pertemukan aku dengan seseorang yg ketika sedang menyeka peluh di pelipis wajah yang justru pada suatu hari yang terik, ternyata ada seseorang yang terjaga disana. Aku dan kamu sama-sama sedang berjuang memerangi kepayahan yang melelahkan. Barangkali, ini adalah waktunya Allah pertemukan demgan seorang yang dari pemahamannya banyak berbeda ketika berpendapat tetapi dalam...